Image of ANGKA KEJADIAN DAN KARAKTERISTIK PASIEN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSUD WALED KABUPATEN CIREBON 2022

Computer File

ANGKA KEJADIAN DAN KARAKTERISTIK PASIEN KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSUD WALED KABUPATEN CIREBON 2022



Katarak merupakan keadaan kekeruhan lensa akibat denaturasi protein lensa. Tingginya angka kejadian katarak akan mengakibatkan peningkatan jumlah penderita katarak yang mengalami komplikasi hingga kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, penyebab terjadinya katarak, tingkat maturitas, dan hasil pemeriksaan tajam penglihatan pada pasien katarak. Penelitian ini merupakan penelitian observational deskriptif dengan pengumpulan data melalui rekam medis pasien katarak di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2022. Sampel penelitian ini adalah seluruh data rekam medis pasien katarak yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 879 kasus. Hasil penelitian ini yaitu angka kejadian pasien katarak berdasarkan usia yaitu kategori senile (>40 tahun) dengan 860 orang (97,8%), jenis
kelamin yaitu perempuan dengan 499 orang (56,8%), pekerjaan yaitu Indoor dengan 620 orang (70,5%), penyebab terjadinya katarak oleh usia dengan 1522 mata (99%), tingkat maturitas katarak yaitu imatur dengan 1259 mata (83,1%), dan tajam penglihatan pasien yaitu kategori buta dengan 723 mata (46,9%)


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
16 Oktober 2026
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
5 halaman
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Subyek
-
Info Detil Spesifik
Katarak merupakan keadaan kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia.(1) Proses degenerasi merupakan penyebab katarak tersering dan menjadi sorotan dalam dunia kesehatan karena merupakan salah satu dari penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan. (1,2) Secara global, International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) bekerjasama dengan World Health Organization (WHO) memperkenalkan program Vision 2020: The Right to Sight yang bertujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di seluruh dunia. Indonesia memiliki target penurunan prevalensi gangguan penglihatan yang dapat dicegah pada tahun 2030 sebesar 25% dari prevalensi hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) Tahun 2014-2016
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this